Latest News

Showing posts with label Daniel. Show all posts
Showing posts with label Daniel. Show all posts

Tuesday, March 20, 2018

Berdoa kepada Malaikat Pelindung

Beato Gerardus Cagnoli adalah seorang yang sangat suci sering kali terlihat didampingi oleh para malaikat. Pada suatu Hari Raya Paskah, juru masak biara jatuh sakit, maka pastor kepala meminta Beato Gerardus untuk menyiapkan makan siang. Beato taat walau tidak tahu bagaimana caranya. Ia berdoa saat itu juga. Waktu makan siang, api kompor pun belum dinyalakan. Pastor kepala menegurnya, tapi Beato berkata �Bapa, jangan kuatir, para saudara akan mendapatkan makanan!� Tiba-tiba datanglah seorang Malaikat dengan wujud pemuda rupawan menyiapkan berbagai makanan di atas meja lalu menghilang. Para saudara berkata bahwa mereka tidak pernah makan makanan selezat itu.

Malaikat pelindung adalah malaikat yang ditugaskan untuk menjaga kita secara khusus, sementara ribuan bahkan jutaan malaikat sebenarnya ditugaskan untuk menjaga umat manusia. Namun sering kali kita tidak tahu keberadaannya dan mungkin juga tidak peduli. Buku Malaikat dan Iblis di Balik Orang Kudus memberikan gambaran tentang penampakan-penampakan dan pengalaman orang-orang kudus tentang para Malaikat dan bagaimana mereka membantu kita dalam peperangan melawan Iblis.

Bacaan pada hari ini juga bercerita tentang penampakan Malaikat yang disaksikan Raja Nebukadnezar sedang melindungi hamba-hamba Allah: Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Malaikat, yang dikatakan rupanya seperti anak dewa, diutus Allah karena teman-teman Daniel itu hanya percaya kepada Allah. Demikian pula Yesus mengajar supaya kita tetap dalam firmanNya, agar kita menjadi anak-anak merdeka. Api atau Iblis, takkan mampu membuat kita terpenjara lagi. Maka marilah dalam masa Prapaskah ini kita merenungkan apakah kita sungguh-sungguh telah percaya pada firmanNya?

--------------------
Bacaan Liturgi Rabu, 21 Maret 2018
Hari Biasa Pekan Prapaskah V
Dan 3:14-20.24-25.28
Yoh 8:31-42

Thursday, November 30, 2017

Kerajaan Allah Sudah Dekat, Jagalah Kekudusanmu

Kalau kita ingat kemarin kisah politik Bapak Basuki - Djarot  dengan Bapak Anies Baswedan- Sandiaga Uno, bagaimana mereka berjuang demi kemenangan kursi gubernur. Segala cara dilakukan baik yang curang maupun yang santun ataupun apa adanya secara jujur. Kita pun berharap bahwa siapapun yang menang, akan membuat hari-hari ke depan menjadi lebih baik. Dan kalaupun andalan kita kalah, namun kita tetap berperan sebagai pelakon dan pemain menuju masa depan yang lebih baik. Kita sebagai para pelaku yang sadar ataupun tidak, polah tingkah kita turut ambil bagian di dalamnya.

Demikianlah yang dijanjikan pada bacaan kitab Daniel dan Injil pada hari ini. Kerajaan Allah sudah dekat. Kerajaan Allah yang akan memerintah seluruh kehidupan kita dengan damai dan sukacita sudah hampir datang. Tapi kita tidak dapat menunggu Kerajaan Allah itu dengan tenang-tenang saja. Dalam kehidupan sehari-hari kita ini, kita semua sebagai pelaku dan pelakon kehidupan, yang berjuang untuk cita-cita itu.

Soal baik dan buruk yang kita buat perlu dipikirkan baik-baik. Bisa saja angan-angan yang manis , sesungguhnya jerat buat hidup kita sendiri.Kita sebagai pelaku kehidupan, perlu berjuang mengalahkan hal-hal yang tidak dibenarkan oleh Allah. Yesuslah guru kita yang memberi teladan mengalahkan keinginan-keinginan duniawi melalui karya keselamatan, penderitaan dan pengorbanannya yang berakhir di kayu salib. Ia melakukan pemusnahan total terhadap dosa, dan secara sempurna menjadi raja atas segala raja bertahta dan berdaulat untuk selamanya.

Kitab Daniel mengajarkan kita, bahwa kekudusan akan diadu dengan tantangan dan penganiayaan. Namun Daniel mengatakan melalui penglihatannya bahwa, semakin kita yakin akan kuasa dan kebesaranNya sebagai Raja atas segala raja, maka kita bersama Roh Kudus akan menjadi pemimpin dalam kehidupan kita sendiri sehari-hari. Tuhan sendiri yang akan memimpin  iman kita pd ketaatan sampai mati. Biarlah nanti sampai saat kerajaanNya hadir kedua kalinya , kita bisa memetik buah-buahnya. Mari kita berharap bahwa Kerajaan Allah sudah dekat, mari kita menyambutnya dengan perbuatan-perbuatan baik kita.

----------------------------------
Jumat, 1 Desember 2017
Jumat Pekan Biasa XXXIV
Bacaan 1: Dan 7: 2- 14
Mazmur: T. Dan 3:75 - 81
Injil: Luk 21: 29 - 33

Tuesday, November 28, 2017

Kesaksian Terkuat terjadi pada Saat Kesesakan

Dari dalam penjara, Ahok terus bersaksi kepada para pengunjungnya, bahkan tetap memberikan berbagai bantuan dengan berbagai cara. Karenanya, balai kota tetap penuh dengan bunga saat Jarot harus menyerahkan tampuk pemerintahan DKI Jakarta.  Thomas Byles, adalah seorang pastor yang ikut dalam perjalanan kapal Titanic, dan tetap tinggal di kapal itu sampai tenggelam untuk menyelamatkan nyawa penumpang lainnya yang juga tak bisa melarikan diri. Maximilian dari Kolbe menggantikan salah seorang napi untuk dihukum mati agar napi itu bisa bertemu kembali dengan keluarganya paska perang. Di Afrika, pengikut Kristus makin banyak walaupun mereka terus menerus dikejar dan dianiaya. Dari keempat contoh di atas kita dapat mengambil kesimpulan: Kesaksian paling kuat terjadi pada saat Kesesakan.

Yesus sudah memperingatkan murid-muridNya bahwa suatu hari mereka akan dianiaya, dan pada saat itulah kesempatan datang untuk mereka bersaksi bagiNya. Dan kita tahu dari pelajaran sejarah gereja, itulah yang terjadi kepada para murid-murid Yesus. Petrus disalib terbalik, Yohanes direbus dan lain-lain. Bacaan pertama juga menggambarkan masa kesesakan bagi bangsa Israel termasuk Daniel. Bayangkan bila ada orang-orang tidak percaya Tuhan yang masuk ke gereja dan mengambil barang-barang suci. Pastilah umat gereja itu juga mengalami siksaan dan aniaya, paling tidak dalam hal ketakutan dan kengerian. Namun Daniel dengan berani mengkritik raja dan bersaksi mengenai Allah yang menggenggam nafas kita. Perikop ini tidak menceritakan apa yang terjadi pada Belsyazar, namun kita tahu bahwa apa yang dinubuatkan Daniel terjadi, yaitu Babilon direbut oleh Persia, dan Belsyazar sendiri mati terbunuh.

Mari kita merenungkan bagaimana bila kita nanti dihadapkan pada situasi tersebut? Apakah kita akan menolak Yesus sebagai Tuhan ketika pilihannya adalah dianiaya? Ataukah kita tetap setia sampai mati sehingga janji Tuhan boleh genap yaitu: kita boleh memperoleh hidup? Mari kita terus berdoa bahwa ketika saatnya tiba nanti kita boleh terus setia pada janji itu.


--------------------------
Bacaan Liturgi 29 November 2017
Rabu Pekan Biasa XXXIV
Bacaan Pertama: Dan 5:1-6.13-14.16-17.23-28
Bacaan Injil: Luk 21:12-19

Thursday, September 28, 2017

Pesta St. Mikael, Gabriel, Rafael, Malaikat Agung

Hari ini adalah hari pesta para malaikat agung. Ada tiga malaikat agung yang terkenal. Pertama adalah Mikael, sang penghulu malaikat yang disebut pada Daniel 12:1, Yudas 1:9 dan Wahyu 12:7. Kedua adalah Gabriel, sang pembawa kabar sukacita pada Bunda Maria. Ketiga adalah Rafael, sang pelindung perjalanan, yang mendampingi Tobia dalam perjalanannya yang diakhiri dengan kesejahteraan keluarga. Mengapa kita memestakan mereka?

Pertama-tama agar kita mengingat bahwa Yesus, sang Anak Manusia, mengatasi segala malaikat. Di dalam Injil dituliskan bahwa malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia (Yoh 1:51). Artinya para malaikat menyembah dan menuruti perintah-perintahNya. Kedua, kita diingatkan bahwa Allah telah menciptakan beratus ribu malaikat untuk melayaniNya, dan Ia juga telah memberikan beratus ribu malaikat kepada kita untuk membantu kita dalam peperangan rohani, agar kita nanti masuk ke dalam kerajaan yang takkan binasa (Dan 7:14). Ketiga, agar kita mengingat bahwa kepada Anak Manusialah diserahkan kekuasaan dan kemuliaan sebagai raja di dalam kerajaan yang kekal dan tak binasa.

Mari kita saat ini merenungkan betapa Allah yang mahakuasa mampu untuk menciptakan beratus ribu malaikat untuk melayaniNya, sebenarnya tidak membutuhkan pelayanan kita lagi. Sebaliknya kitalah yang butuh untuk melayaniNya. Dan dalam perjuangan pelayanan kita itu, kita dibantu olehNya melalui para malaikat.
----------------------------
Renungan Harian Jumat, 29 Sept 2017
Pesta St. Mikael, Gabriel, Rafael, Malaikat Agung
Bacaan 1: Dan 7:9-10, 13-14
Injil: Yoh 1:47-51

Tuesday, April 4, 2017

Permintaan yang Tidak Dikabulkan

Beberapa waktu lalu di salah satu kota di Indonesia sempat terjadi kehebohan. Seorang pendeta meninggal dan umatnya meyakini apabila mereka berdoa dan berpuasa cukup lama dan tekun, maka pendeta yang mereka kasihi itu akan bangkit kembali. Mereka berdoa bersama-sama dengan menangis dan bernyanyi selama lebih dari 1 hari. Akan tetapi Allah lebih menyukai agar hambaNya itu tetap tinggal bersamaNya di KerajaanNya. Ada yang mengatakan bahwa umat tersebut kurang kerjaan atau agak gila karena mempercayai mukjizat akan terjadi karena sejak jaman Yesus dan rasul-rasulNya, kejadian seperti itu tidak pernah dan tidak mungkin terjadi lagi. Ada pula yang menuduh bahwa umat tersebut kurang beriman sehingga mujizat yang mereka doakan tidak terjadi. Bagaimanakah kita sebagai orang Kristen sebaiknya menanggapi hal ini?


Untuk menjawab hal ini mari kita melihat bacaan pertama dari Kitab Daniel. Saat itu ketiga orang teman Daniel yang diancam akan dibakar menyatakan hal yang menarik: kalau Allah yang kami puja sanggup menyelamatkan maka Ia akan menyelamatkan kami. Sekalipun tidak maka kami tetap tidak akan tunduk pada titah raja yang melawan kehendak Allah. Apa artinya? Bagi ketiga orang ini tidak penting apakah Allah akan menyelamatkan mereka sebagai �imbalan� atas ketaatan mereka padaNya. Intinya mereka tidak akan melawan kehendakNya. Jadi mari kita memandang umat yang berusaha menciptakan mujizat ini bukan sebagai gila atau kurang kerjaan atau kurang beriman, melainkan bahwa upaya mereka kelak akan dicatat oleh Allah sebagai suatu tindakan beriman yang berani dan kepasrahan pada Allah yang mereka yakini dapat membangkitkan orang mati.


Apakah kita juga berani untuk memiliki keyakinan akan itu, yaitu bahwa Allah kita sanggup walaupun permintaan kita tidak dikabulkan? Apakah kita tabah dalam mengharapkan belas kasihannya meskipun posisi kita sangat kepepet dan sulit? Apakah kita teguh memperjuangkan kebenaran iman kita walaupun kita akan menjadi �sitting duck� (sasaran tembak) bagi orang-orang yang tidak beriman sama? Beranikah kita seperti Yesus pada Injil hari ini yang tegak berdiri di depan hamba dosa untuk menyatakan kebenaran walaupun konsekuensinya kematian? Mari kita jawab dengan jujur pada diri sendiri.

---------------------------
Hari Biasa Pekan V Prapaskah
PF S. Vinsensius Ferrer, Imam
Bacaan 1: Dan 3:14-20, 24-25, 28
MT: Dan 3:52-56
Bacaan Injil: Yoh 8:31-42 

Saturday, October 22, 2016

Gulungan Laut Mati: Isi (Tulisan Kedua)

Apa saja isi dari kesebelas gua di Qumran? Apakah semuanya ada di dalam Kitab Suci? Ternyata tidak. Ada beberapa teks tidak ada di dalam Kitab Suci kita.  Mari kita lihat satu persatu.


Gua
Biblikal
Non Biblikal
1.        
�         Kitab Yesaya

�         Aturan Masyarakat
�         Gulungan Perang
�         Nyanyian Syukur
�         Apokrif Kejadian
�         Komentari Kitab Habakuk
2.        
�         Kitab-kitab Taurat
�         Kitab Yeremia
�         Kitab Mazmur
�         Kitab Ayub
�         Kitab Rut
�         Kitab Yesus bin Sirakh
�         Kitab Yobel
�         Apokrif Musa
�         Apokrif Daud
�         Nubuat Apokrif
�         Yerusalem Baru
�         Teks Yuridis
�         Kitab tentang Raksasa dari Kitab Henokh
3.        
�         Kitab Yehezkiel
�         Kitab Mazmur
�         Kitab Ratapan
�          
�         Kitab Yobel
�         Wasiat Yehuda
�         Gulungan Tembaga
�         Komentari Kitab Yesaya
�          
4.        
�         Kitab-kitab Taurat
�         Kitab Daniel
�         Kitab Yosua
�         Kitab Ratapan
�         Kitab Tobit
�          

�         Berbagai Tefilin*
�         Targum** Kitab Imamat
�         Targum Kitab Ayub
�         Komentari Kitab Yesaya
�         Komentari Kitab Kidung Agung
�         Komentari Kitab Hosea
�         Komentari Kitab Nahum
�         Kitab Henokh
�         Wasiat Dua Belas Leluhur
�         Wasiat Naftali
�         Naskah Anak Allah
�         Peraturan Komunitas
�         Dokumen Damaskus
�         Peraturan Perang
�         Karya Sapiential A
�         Mazmur Apokrif
�         Miqsat Ma'ase Ha-Torah atau Beberapa Aturan Hukum atau Surat Halakhik
�         Kidung Persembahan Sabat atau Liturgi Angelik
�         Kidung untuk Raja Yonatan atau "Gulungan Doa untuk Raja Yonatan" (Mzm 154)
�         Kidung orang Bijak (Songs of the Sage)
�         Apokalips Mesianik
�         Wasiat Yusuf
�         Wasiat Lewi
�         Yerusalem Baru
5.        
�         Kitab Ulangan
�         Kitab 1 Raja-raja
�         Apokrif Maleakhi
�         Peraturan Komunitas
�         Dokumen Damaskus
�         Peraturan
�         Kutukan-kutukan
�         Yerusalem Baru
6.        
�         Kitab Kejadian
�         Kitab Imamat
�         Kitab Ulangan
�         Kitab 1 dan 2 Raja-raja
�         Kitab Kidung Agung
�         Kitab Daniel
�         Kitab Amsal
�         Kitab Raksasa dari Kitab Henokh
�         Apokrif Samuel � Raja-raja
�         Alegori Anggur
�         Nubuat Apokrif
�         Nubuat Imamat
�         Dokumen Damaskus
�         Benediction
�         Dokumen Calendrical
�         Himne
�          
7.        
�         Kitab Keluaran
�         Kitab Yeremia
�         Surat 1 Timotius
�         Injil Markus (diduga)
�         Kisah Para Rasul (diduga)
�         Surat Yakobus (diduga)
�         Henokh
�          
8.        
�         Kitab Kejadian
�         Kitab Ulangan
�         Kitab Mazmur
�         Kitab Keluaran
�          
9.       ***
�          
�          
10.    
�          
�         Dua surat yang ditulis di atas potongan periuk/ Ostrakon
11.    
�         Kitab Imamat
�         Kitab Ulangan
�         Kitab Yehezkiel
�         Kitab Mazmur
�          
�         Targum Kitab Ayub
�         Apokrif Kitab Mazmur
�         Kitab Yobel
�         Pangeran Sorgawi Melkisedek
�         Kitab Perang
�         Kidung Upacara Pengorbanan Sabat
�         Yerusalem Baru
�         Gulungan Bait Allah

Walaupun dikatakan ditemukan suatu kitab, bukan berarti seluruh kitab ditemukan secara lengkap. Mengingat kondisinya yang sangat rusak, dan mengingat pula bagaimana Kitab Suci disusun, maka banyak dari teks-teks tersebut hanya dapat dikaitkan kepada beberapa bagian dari teks kitab yang dimaksud.  
Di dalam beberapa gua ada pula teks-teks yang tidak teridentifikasi.

* Tefilin adalah sepasang kotak kulit hitam berisi gulungan perkamen dengan tulisan ayat Alkitab di dalamnya. Tefillin-tangan atau shel-yed dipakai oleh orang Yahudi untuk dililitkan di sekeliling lengan, tangan, dan jari mereka, sedangkan Tefillin-kepala atau shel-rosh diletakkan di atas dahi. Torah meyebutkan Tefillin harus digunakan untuk pelayanan sebagai "tanda" dan "pengingat" bahwa Tuhan membawa anak-anak Israel keluar dari Mesir.
** Targum adalah penjelasan, parafrasa dan pengembangan lisan mengenai Alkitab Ibrani yang diberikan oleh para rabbi dalam bahasa sehari-hari kepada para pendengarnya pada periode di mana bahasa yang dipakai adalah bahasa Aram. Hal ini diperlukan karena menjelang akhir abad menjelang munculnya Kekristenan, bahasa umum sedang mengalami transisi, yaitu bahasa Ibrani yang merupakan bahasa asli Alkitab Ibrani tidak lagi dipakai secara umum dan hanya dalam rangka acara keagamaan.

*** di gua nomor 9 hanya ada teks-teks yang tak teridentifikasi

Recent Post