
Apakah jantung akan terus memompa apabila otak kita terus mempertanyakan kenapa jantung mampu membuat kita bangun, bekerja dan makan? Tidak. Jantung akan terus memompa walaupun kita tidak bertanya maupun memerintah. Apakah kita akan mati kalau kita tidak yakin apakah jantung kita masih memompakan kehidupan bagi kita? Tidak. Jantung akan terus memompa darah walaupun kita tidak percaya kepadanya. Demikian pula dengan Yesus sumber kehidupan kekal kita. Ia tetap merupakan sumber kehidupan kita, untuk orang yang kecil yang tak pernah berdebat tentang teologi maupun untuk orang bijak dan pandai yang percaya pada diri sendiri dan kurang percaya pada Tuhan. Karena Ia lebih dari jantung kita, Ia setia memelihara kehidupan abadi kita.
Lalu untuk apa kita belajar tentang Yesus dan mencintai kehidupan yang dibawaNya bagi kita? Bayangkan apa yang terjadi ketika kita makan gorengan dan makanan tidak sehat setiap hari? Jantung kita akan makin sulit untuk memompa darah, bukan karena si jantung berhenti, tetapi karena banyak pembuluh darah yang tersumbat. Demikian juga dengan Yesus.... Yesus tetap setia seperti yang diajarkanNya sejak jaman Musa: Tuhan, Allahmu itu, adalah Allah yang setia. Ia tetap memompakan kehidupan bagi kita, namun aliran kehidupan itu menjadi terhalang bahkan terputus karena dosa-dosa kita, kebencian kita. Maka ketika kita menghilangkan penghalang dosa-dosa, kita tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam kita, sama seperti kehidupan yang dialirkan oleh jantung kita.
Hari ini adalah HR Hati Yesus yang Maha Kudus yang dirayakan pada hari Jumat setelah HR Tubuh dan Darah Kristus. Tahukah anda kalau pada salah satu mukjizat Ekaristi di Lanciano dan di Buenos Aires, di mana hosti kudus berubah menjadi daging, ilmuwan menyimpulkan bahwa daging itu adalah daging dari jantung manusia? Jadi Ekaristi itu adalah di mana Yesus memberikan sumber kehidupanNya sendiri kepada manusia.
Mari kita belajar mengasihi karena Allah yang merupakan sumber kehidupan kita juga adalah sumber kasih.
No comments:
Post a Comment