Latest News

Showing posts with label Gulungan Laut Mati. Show all posts
Showing posts with label Gulungan Laut Mati. Show all posts

Sunday, October 23, 2016

Gulungan Laut Mati: Pentingnya bagi Kekristenan (Tulisan Keempat)


Kenapa sih Gulungan ini begitu banyak dibicarakan orang? Apa sih pentingnya kalau isinya sama saja dengan teks kitab suci yang kita miliki? Kalaupun toh ada yang non biblikal, isinya tidak lengkap sehingga tidak dapat menambah kitab di dalam kitab suci yang kita miliki kan? Mari kita lihat apa kata para ahli:

1.      Gulungan ini ditemukan dan disalin di Palestina (Israel)
Kitab-kitab Deuterokanonika yang ada di Katolik namun tidak di Protestan disebabkan karena kitab itu dianggap tidak digunakan di Palestina. Orang Yahudi yang mengkanonkan Perjanjian Lama tidak menganggap teks itu suci apabila ditulis di luar Palestina (di pengasingan). Oleh karena itu, fakta bahwa gulungan ini disalin di Palestina menunjukkan bahwa teks ini pun digunakan oleh orang-orang Israel di Palestina.

2.       Gulungan ini ditulis dalam 3 bahasa
Ini menunjukkan bahwa banyak orang Israel jama dahulu memahami ketiga bahasa ini. Ini juga menunjukkan bahwa Yesus dan murid-muridnya pun kemungkinan besar berbahasa Yunani.

3.       Beberapa teks yang diketemukan memiliki usia lebih tua daripada teks yang sebelumnya ada
Fakta ini memberikan gambaran tentang bagaimana perkembangan teks kitab suci jaman dahulu.

4.       Banyak dari teks non biblikal memberikan gambaran tentang kehidupan beragama pada periode terakhir Bait Allah yang kedua.
Beberapa gulungan menyebutkan adanya berbagai sekte Yudaisme seperti Farisi, Saduki, Eseni. Pada gulungan Aturan Masyarakat dan Dokumen Damaskus, memberikan gambaran lengkap bagaimana doktrin dan ajaran kaum Eseni, misalnya harapan mereka akan 2 Mesias yaitu Harun dan Daud. Juga bagaimana kaum Eseni menginterpretasikan Taurat dengan cara yang berbeda dengan kaum Farisi.

5.       Persamaan teks di Gulungan dengan kata-kata Yesus di dalam Kitab Suci.
Karena teks Gulungan lebih tua, maka kita dapat lebih memahami arti dan konteks kata-kata Yesus di dalam Kitab Suci. Teks Nubuat Mesianik misalnya mendeskripsikan karya dan mujizat yang akan mengiringi kedatangan Mesias. Teks ini sangat dekat dengan perbuatan dan kata-kata Yesus. Dari situ kita dapat memahami bagaimana murid-murid Yesus segera dapat menangkap ke-mesias-an Yesus. 


Gulungan Laut Mati: Spekulasi yang Beredar (Tulisan Ketiga)

Ada banyak teori yang beredar mengenai Gulungan Laut Mati ini. Mungkin beberapa teori ini takkan pernah dapat terbukti, akan tetapi menarik bila kita tahu tentangnya. Ini adalah beberapa teori yang beredar luas:



      Siapa penulis naskah-naskah ini?
a.       Ada teori Qumran�Eseni menyatakan bahwa naskah-naskah tersebut ditulis oleh kaum Eseni, atau oleh kelompok sektarian Yahudi lainnya, yang menetap di Khirbet Qumran. Mereka menyusun naskah-naskah ini dan kemudian menyembunyikannya dalam gua-gua di dekat kediaman mereka selama Pemberontakan Yahudi, pada suatu waktu antara tahun 66 dan 68 M. Situs Qumran itu kemudian dihancurkan dan naskah-naskah tersebut tidak pernah ditemukan. Ini adalah teori yang paling diterima.
b.      Sementara ada teori Qumran�Sektarian, walaupun setuju bahwa penulisnya adalah sekelompok kaum Yahudi, namun belum tentu kelompok itu adalah Eseni.
c.       Lalu ada pula teori yang mengatakan  bahwa naskah itu buatan kaum Yahudi yang tinggal di Yerusalem. Tapi teori ini sudah hampir ditolak oleh hampir semua ilmuwan.
d.      Ada pula variasi teori terahir ini yang mengatakan bahwa komunitas kaum Yahudi itu dipimpin oleh sekelompok imam Zadokit (Saduki).

Adakah hal mengejutkan dari kumpulan naskah tersebut?
Ya ada. Di dalam Gulungan Tembaga disebutkan bahwa ada 64 tempat persembunyian harta di seluruh tanah Israel. Harta tersebut termasuk sejumlah emas, perak, aromatik dan manuskrip. Semua itu dipercaya adalah harta Bait Allah yang disembunyikan waktu pembuangan Israel.

Saturday, October 22, 2016

Gulungan Laut Mati: Isi (Tulisan Kedua)

Apa saja isi dari kesebelas gua di Qumran? Apakah semuanya ada di dalam Kitab Suci? Ternyata tidak. Ada beberapa teks tidak ada di dalam Kitab Suci kita.  Mari kita lihat satu persatu.


Gua
Biblikal
Non Biblikal
1.        
�         Kitab Yesaya

�         Aturan Masyarakat
�         Gulungan Perang
�         Nyanyian Syukur
�         Apokrif Kejadian
�         Komentari Kitab Habakuk
2.        
�         Kitab-kitab Taurat
�         Kitab Yeremia
�         Kitab Mazmur
�         Kitab Ayub
�         Kitab Rut
�         Kitab Yesus bin Sirakh
�         Kitab Yobel
�         Apokrif Musa
�         Apokrif Daud
�         Nubuat Apokrif
�         Yerusalem Baru
�         Teks Yuridis
�         Kitab tentang Raksasa dari Kitab Henokh
3.        
�         Kitab Yehezkiel
�         Kitab Mazmur
�         Kitab Ratapan
�          
�         Kitab Yobel
�         Wasiat Yehuda
�         Gulungan Tembaga
�         Komentari Kitab Yesaya
�          
4.        
�         Kitab-kitab Taurat
�         Kitab Daniel
�         Kitab Yosua
�         Kitab Ratapan
�         Kitab Tobit
�          

�         Berbagai Tefilin*
�         Targum** Kitab Imamat
�         Targum Kitab Ayub
�         Komentari Kitab Yesaya
�         Komentari Kitab Kidung Agung
�         Komentari Kitab Hosea
�         Komentari Kitab Nahum
�         Kitab Henokh
�         Wasiat Dua Belas Leluhur
�         Wasiat Naftali
�         Naskah Anak Allah
�         Peraturan Komunitas
�         Dokumen Damaskus
�         Peraturan Perang
�         Karya Sapiential A
�         Mazmur Apokrif
�         Miqsat Ma'ase Ha-Torah atau Beberapa Aturan Hukum atau Surat Halakhik
�         Kidung Persembahan Sabat atau Liturgi Angelik
�         Kidung untuk Raja Yonatan atau "Gulungan Doa untuk Raja Yonatan" (Mzm 154)
�         Kidung orang Bijak (Songs of the Sage)
�         Apokalips Mesianik
�         Wasiat Yusuf
�         Wasiat Lewi
�         Yerusalem Baru
5.        
�         Kitab Ulangan
�         Kitab 1 Raja-raja
�         Apokrif Maleakhi
�         Peraturan Komunitas
�         Dokumen Damaskus
�         Peraturan
�         Kutukan-kutukan
�         Yerusalem Baru
6.        
�         Kitab Kejadian
�         Kitab Imamat
�         Kitab Ulangan
�         Kitab 1 dan 2 Raja-raja
�         Kitab Kidung Agung
�         Kitab Daniel
�         Kitab Amsal
�         Kitab Raksasa dari Kitab Henokh
�         Apokrif Samuel � Raja-raja
�         Alegori Anggur
�         Nubuat Apokrif
�         Nubuat Imamat
�         Dokumen Damaskus
�         Benediction
�         Dokumen Calendrical
�         Himne
�          
7.        
�         Kitab Keluaran
�         Kitab Yeremia
�         Surat 1 Timotius
�         Injil Markus (diduga)
�         Kisah Para Rasul (diduga)
�         Surat Yakobus (diduga)
�         Henokh
�          
8.        
�         Kitab Kejadian
�         Kitab Ulangan
�         Kitab Mazmur
�         Kitab Keluaran
�          
9.       ***
�          
�          
10.    
�          
�         Dua surat yang ditulis di atas potongan periuk/ Ostrakon
11.    
�         Kitab Imamat
�         Kitab Ulangan
�         Kitab Yehezkiel
�         Kitab Mazmur
�          
�         Targum Kitab Ayub
�         Apokrif Kitab Mazmur
�         Kitab Yobel
�         Pangeran Sorgawi Melkisedek
�         Kitab Perang
�         Kidung Upacara Pengorbanan Sabat
�         Yerusalem Baru
�         Gulungan Bait Allah

Walaupun dikatakan ditemukan suatu kitab, bukan berarti seluruh kitab ditemukan secara lengkap. Mengingat kondisinya yang sangat rusak, dan mengingat pula bagaimana Kitab Suci disusun, maka banyak dari teks-teks tersebut hanya dapat dikaitkan kepada beberapa bagian dari teks kitab yang dimaksud.  
Di dalam beberapa gua ada pula teks-teks yang tidak teridentifikasi.

* Tefilin adalah sepasang kotak kulit hitam berisi gulungan perkamen dengan tulisan ayat Alkitab di dalamnya. Tefillin-tangan atau shel-yed dipakai oleh orang Yahudi untuk dililitkan di sekeliling lengan, tangan, dan jari mereka, sedangkan Tefillin-kepala atau shel-rosh diletakkan di atas dahi. Torah meyebutkan Tefillin harus digunakan untuk pelayanan sebagai "tanda" dan "pengingat" bahwa Tuhan membawa anak-anak Israel keluar dari Mesir.
** Targum adalah penjelasan, parafrasa dan pengembangan lisan mengenai Alkitab Ibrani yang diberikan oleh para rabbi dalam bahasa sehari-hari kepada para pendengarnya pada periode di mana bahasa yang dipakai adalah bahasa Aram. Hal ini diperlukan karena menjelang akhir abad menjelang munculnya Kekristenan, bahasa umum sedang mengalami transisi, yaitu bahasa Ibrani yang merupakan bahasa asli Alkitab Ibrani tidak lagi dipakai secara umum dan hanya dalam rangka acara keagamaan.

*** di gua nomor 9 hanya ada teks-teks yang tak teridentifikasi

Friday, October 21, 2016

Gulungan Laut Mati: Fakta (Tulisan Pertama)

Gulungan Laut Mati adalah artefak terpenting yang memberikan kita pemahaman lebih tentang Kitab Suci yang kita baca sekarang. Mari kita lihat beberapa Fakta Menarik dari Gulungan ini.
  1. Gulungan ini ditemukan di dalam 11 gua di pantai Laut Mati antara tahun 1947 � 1956 di dalam tempayan.
  2. Ditemukan lebih dari 15.000 fragmen dari sekitar 500 manuskrip
  3. Bahasa yang digunakan di dalam teks adalah mayoritas bahasa Ibrani, beberapa bahasa Aram dan sedikit bahasa Yunani
  4. Teks ditemukan ditulis kebanyakan di atas perkamen (kulit binatang), walaupun beberapa ada di atas papyrus
  5. Mayoritas teks sudah sangat rusak, hanya sedikit yang ditemukan dalam keadaan baik.
  6. Di dekat gua adalah reruntuhan kota kuno, Khirbet Qumran.
  7. Penemunya adalah Muhammed edh-Dhib (seorang gembala Badawi), sepupunya Jum'a Muhammed, dan Khalil Musa, yang mengira tempayan itu berisi emas.
  8. Pada 1947, 7 gulungan itu menarik perhatian Dr. John C. Trever, dari American Schools of Oriental Research (ASOR).
  9. Perang Arab-Israel 1948 mendorong dipindahkannya beberapa gulungan ke Beirut, Lebanon, untuk alasan keamanan.
  10. Tahun1951 � 1956, Roland de Vaux beserta timnya dari ASOR memulai penggalian serius di Qumran dan menemukan ke-11 gua.
  11. Hampir semua koleksi Naskah Laut Mati saat ini berada di bawah kepemilikan pemerintah negara Israel, dan ditempatkan di dalam Shrine of the Book di lapangan Museum Israel. Kepemilikan ini dipertentangkan baik oleh otoritas Palestina maupun Yordania.
Baca juga:
Gulungan Laut Mati: Isi (Tulisan Kedua),

Recent Post